Sang Pemimpi

Sambut hari baru di depanmu
Sang pemimpi siap untuk melangkah
Beri tanganku jika kau ragu
Bila terjatuh ku kan menjaga
Kita telah berjanji bersama
Taklukkan dunia ini
Menghadapi segala tantangan bersama
Mengejar mimpi-mimpi
Berteriaklah hai sang pemimpi
Kita takkan berhenti di sini
Kita telah berjanji bersama
Taklukkan dunia ini
Menghadapi segala tantangan bersama

Bersyukurlah pada yang maha kuasa
Hargailah orang-orang yang menyayangimu
Yang selalu ada setia di sisimu
Siapapun jangan kau pernah sakiti
Dalam pencarian jati dirimu
Dan semua yang kau impikan
Tegarlah sang pemimpi
Berteriaklah hai sang pemimpi
Kita takkan berhenti di sini
Kita telah berjanji bersama
Taklukkan dunia ini
Menghadapi segala tantangan bersama

(OST Sang Pemimpi, GIGI)

Sabtu, 19 Desember 2009

Sang Pemimpi

Ikal dan Arai, tokoh utama dalam kisah nyata ini, adalah sosok-sosok yang bukan hanya memahami makna ‘bermimpi’. Mereka bertahan demi mimpi. Mereka mengejar mimpi. Mereka hidup untuk mewujudkan mimpi.

Ikal dan Arai hanya 2 dari sekian banyak pemuda Melayu pedalaman yang terpaksa pasrah menerima kenyataan terlahir sebagai rakyat miskin di daerah terpencil yang penduduknya bahkan belum pernah melihat kuda. Dalam kondisi serba sulit, mereka tidak punya pilihan selain berjuang mempertahankan hidup sambil menggali keindahan sebuah mimpi. Menahan berat peti dan bau amis ikan sebagai konsekuensi dari pekerjaan kuli angkut pelabuhan sambil terus memeluk mimpi-mimpi.

Tekad untuk tidak mendahului nasib telah menghantar 2 pemuda yang hingga lulus SMA tidak pernah mengenal Kentucky Fried Chicken ini ke Sorbonne, Perancis, sebuah tempat yang bertahun-tahun silam digaungkan oleh seorang guru dan menjelma menjadi sebutir benih dalam hati mereka. Benih yang terus dipelihara dan dijaga dengan setia, tidak peduli semustahil apapun tampaknya, sesukar apapun kondisinya.

“Bermimpilah, sebab Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

Itulah kalimat yang selalu mereka ucapkan. Kalimat yang kesaktiannya menyaingi daya magis ilmu madraguna -- bukan karena jampi bertuah, melainkan karena kata-kata sederhana itu telah memberi kekuatan pada kaki-kaki mereka untuk terus berlari.

Jenny Jusuf

1 komentar: