Sang Pemimpi

Sambut hari baru di depanmu
Sang pemimpi siap untuk melangkah
Beri tanganku jika kau ragu
Bila terjatuh ku kan menjaga
Kita telah berjanji bersama
Taklukkan dunia ini
Menghadapi segala tantangan bersama
Mengejar mimpi-mimpi
Berteriaklah hai sang pemimpi
Kita takkan berhenti di sini
Kita telah berjanji bersama
Taklukkan dunia ini
Menghadapi segala tantangan bersama

Bersyukurlah pada yang maha kuasa
Hargailah orang-orang yang menyayangimu
Yang selalu ada setia di sisimu
Siapapun jangan kau pernah sakiti
Dalam pencarian jati dirimu
Dan semua yang kau impikan
Tegarlah sang pemimpi
Berteriaklah hai sang pemimpi
Kita takkan berhenti di sini
Kita telah berjanji bersama
Taklukkan dunia ini
Menghadapi segala tantangan bersama

(OST Sang Pemimpi, GIGI)

Senin, 21 Desember 2009

Sam Pointon, Kecil-kecil Jadi Direktur

Tidak ada hal yang tidak mungkin, jika kita berani dan sungguh-sungguh berusaha untuk mewujudkannya. Simak kisah Sam Pointon, bocah laki-laki berumur 6 tahun dari Kota York, Inggris. Ia bisa menjadi direktur di National Railway Museum (NRM) lho! Bagaimana sih, ceritanya?

Kejadian ini bermula beberapa bulan lalu (Juli 2009), saat Direktur NRM Andrew Scoot menginjak masa pensiunnya. Dengan cepat, NRM memberitakan hal ini sekaligus memasang iklan lowongan pekerjaan di surat kabar setempat. Mereka mencari orang yang bisa menggantikan posisi Andrew.

Nah, berita dan lowongan pekerjaan ini terbaca oleh ayah Sam, Robin Pointon (46 tahun). Ia segera mengabari hal ini kepada istrinya, Lorraine. Kemudian, menyadari bahwa putra mereka merupakan penggila kereta api, keduanya menunjukkan iklan itu padanya, sambil sedikit menggoda.

"Wah Sam, pasti deh, inilah pekerjaan impianmu!" demikian tutur sang ibu.

Tak disangka, Sam menanggapinya dengan amat serius. Ia langsung menginginkan pekerjaan ini dan segera melayangkan surat lamaran pekerjaan kepada pimpinan NRM.

Begini suratnya:"Kepada Yth. Mr Tucker,

Saya menulis surat ini untuk melamar pekerjaan sebagai direktur baru National Railway Museum. Umur saya memang baru 6 tahun. Tapi rasanya saya bisa melakukan pekerjaan ini.
Saya punya jalur kereta api listrik mainan. Saya juga bisa mengontrol dua kereta api dalam satu waktu.
Saya sudah menaiki banyak kereta api, termasuk Eur
ostar, juga beberapa kereta di Perancis.

Oh ya, saya juga sudah pernah datang ke NRM. Saya benar-benar suka melihat kereta yang bergerak berputar.

Saya menyertakan foto juga, di surat ini.
Saya harap, saya dapat bertemu dengan Bapak dan melakukan wawancara.

Dari:
Sam Pointon
."

Tentu saja, pihak NRM sangat terkejut menerima surat lamaran dari Sam ini. Namun mereka begitu terkesan pada keberanian dan kesungguhan Sam. Maka, sang bocah diundang untuk datang dan diberi tahu bahwa ia diberi kesempatan ‘bekerja' di sana, sebagai "Director of Fun" (Direktur Penggembira). Tanggung jawab Sam adalah mengumpulkan aneka ide, agar anak-anak sepertinya tertarik mengunjungi NRM.

Sam ‘bekerja' dengan baik. Salah satu idenya, yakni membuat model kereta api sebagai arena bermain anak-anak, sudah terlaksana dengan sukses. Sebagai bentuk penghargaan, Sam bersama dua kakak perempuannya dan dua orangtuanya diberi hadiah paket wisata khusus oleh NRM. Wah, betapa senang dan bangganya keluarga Pointon!

"Wah, saya senang sekali bisa kerja di sini, soalnya saya benar-benar suka kereta api. Saya datang ke museum (NRM) tiga kali seminggu, setelah sekolah. Senang deh bisa lihat kereta api bergerak," ujar Sam, kepada para tamu dan wartawan yang menemuinya. "Kereta favorit saya pastinya Eurostar, yang bisa membawa kita pergi ke Perancis dengan sangat cepat! Saya juga suka banget lho, sama kereta uap!"

Sam berpose di depan 4468 Mallard, salah satu lokomotif uap tercepat di awal Abad XX

Sumber: http://www.andriewongso.com/awartikel-3116-AW_Corner-Sam_Pointon,_Kecil-kecil_Jadi_Direktur

Minggu, 20 Desember 2009

Mari Kita Bermimpi

Ketika kita berharap, kita takut untuk bermimpi. Bahkan beberapa orang mengatakan bahwa "jangan jadi pemimpi!". Hidup diawali dari sebuah mimpi. Masa depan dibentuk dari sebuah mimpi. Jangan takut untuk bermimpi. Setidaknya, sering-seringlah kita melakukan mimpi yang sadar atas apa yang kita harapkan akan terjadi terhadap kita di masa yang akan datang.

Apa gunanya kita bermimpi?

Mimpi akan membentuk sebuah sikap yang optimis dan memotivasi diri mewujudkan apa yang kita impikan. Coba kita lihat orang-orang yang tidak punya daya juang tinggi, orang yang merasa lemah sepanjang hari, orang yang gampang putus asa, dan orang yang tidak mau maju. Mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai mimpi dan mereka adalah orang-orang yang takut membentuk mimpinya sendiri. Mimpi adalah sebuah kekuatan yang dapat kita gunakan sebagai jembatan masa depan. Bentuklah mimpi-mimpi anda. Untuk pertama kali mungkin kita akan merasa malu untuk mengawali sesuatu dari sebuah mimpi. Kita juga merasa bahwa kita melakukan hal yang tidak banyak artinya ketika kita mau untuk bermimpi.

Mengapa?

Karena kita tidak tahu bahwa mimpi mengandung sebuah kekuatan yang dapat mempengaruhi sel-sel otak manusia mewujudkan harapannya. Bermimpi secara sadar adalah melakukan tindakan imajinatif dalam pikiran terhadap apa yang kita harapkan untuk terjadi dalam diri kita. Semakin kuat kita melakukan mimpi, semakin kuat pikiran membentuk sebuah jembatan dalam sel-sel otaknya. Semakin sering kita melakukan mimpi secara sadar, semakin gampang kita dituntun ke arah pembentukan realitas harapan kita.

Jangan takut bermimpi!

Apapun hal yang akan kita lakukan, entah itu mengawali sebuah usaha, pekerjaan ataupun kegiatan lain yang kita harapkan hasilnya, bermimpilah tentang hal tersebut. Bermimpilah bahwa kita telah mengalami sebuah hasil dari yang akan kita lakukan.

Dengan mimpi tersebut kita telah membentuk jalan dalam pikiran yang siap menuntun kita menjadi seperti apa yang kita impikan. Ini adalah rumus pertama dari rahasia kekuatan pikiran, yaitu buatlah mimpi secara sadar atas apa yang kita harapkan akan terjadi dalam diri kita. Jangan malu-malu, jangan ragu-ragu, jangan setengah-setengah, tetapi benar-benar buatlah sebuah mimpi yang nyata tentang diri kita tersebut. Selamat bermimpi! Dan selamat mengalami perubahan dalam hidup anda!

Sumber: http://www.andriewongso.com/awartikel-990-Artikel_Anda-Mari_Kita_Bermimpi

Sabtu, 19 Desember 2009

Sang Pemimpi

Ikal dan Arai, tokoh utama dalam kisah nyata ini, adalah sosok-sosok yang bukan hanya memahami makna ‘bermimpi’. Mereka bertahan demi mimpi. Mereka mengejar mimpi. Mereka hidup untuk mewujudkan mimpi.

Ikal dan Arai hanya 2 dari sekian banyak pemuda Melayu pedalaman yang terpaksa pasrah menerima kenyataan terlahir sebagai rakyat miskin di daerah terpencil yang penduduknya bahkan belum pernah melihat kuda. Dalam kondisi serba sulit, mereka tidak punya pilihan selain berjuang mempertahankan hidup sambil menggali keindahan sebuah mimpi. Menahan berat peti dan bau amis ikan sebagai konsekuensi dari pekerjaan kuli angkut pelabuhan sambil terus memeluk mimpi-mimpi.

Tekad untuk tidak mendahului nasib telah menghantar 2 pemuda yang hingga lulus SMA tidak pernah mengenal Kentucky Fried Chicken ini ke Sorbonne, Perancis, sebuah tempat yang bertahun-tahun silam digaungkan oleh seorang guru dan menjelma menjadi sebutir benih dalam hati mereka. Benih yang terus dipelihara dan dijaga dengan setia, tidak peduli semustahil apapun tampaknya, sesukar apapun kondisinya.

“Bermimpilah, sebab Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

Itulah kalimat yang selalu mereka ucapkan. Kalimat yang kesaktiannya menyaingi daya magis ilmu madraguna -- bukan karena jampi bertuah, melainkan karena kata-kata sederhana itu telah memberi kekuatan pada kaki-kaki mereka untuk terus berlari.

Jenny Jusuf